Eleanor Roosevelt, seorang diplomat dan istri presiden Amerika Serikat ke-32 Franklin D. Roosevelt, pernah berkata, “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.” Masa depan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan mimpinya. Produk dan kesuksesan yang sekarang ada, mulai dari popok bayi hingga pesawat luar angkasa dan internet, pada mulanya adalah mimpi. Dan apa yang besok akan kita temui tak lain adalah mimpi-mimpi saat ini. Seperti ungkapan populer dari Hasan Al-Banna, “Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan impian hari ini adalah kenyataan esok hari.”

Tapi tentu saja bukan mimpi sebarang mimpi. Menurut Eleanor tadi, mimpi yang indah dan dipenuhi keyakinan itulah yang akan menentukan masa depan. Tentang mimpi ini saya menemukan sebuah rumusan menarik. Ada yang bilang begini, “A dream without a plan is just a wish.” Mimpi tanpa rencana hanyalah angan-angan. Jadi bila sebuah mimpi –atau visi, keinginan dan harapan–  tidak dibarengi dengan suatu perencanaan untuk mencapainya, maka ia hanyalah sekadar angan-angan belaka.

Karenanya bermimpilah, rencanakanlah dan rebutlah takdir masa depan!

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya …

(Nidji, Laskar Pelangi)

Artikel Terkait

Komentar

2 tanggapan untuk “Merumuskan Mimpi”

  1. venomaxus pada October 31st, 2008 5:04 pm

    Yup, it’s totally right!

  2. achedy pada November 5th, 2008 4:00 am

    Saya ada mimpi, ada rencana, namun implementasi pada tangga rencana ternyata juga tidak terlalu mudah :D

    Salam hormat …

Tinggalkan pesan




  • Baca artikel terbaru via email